Palestina Laporkan Bukti Kejahatan Israel ke Mahkamah Kejahatan Internasional

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC)

Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC)

persisalamin – Otoritas Palestina telah menyerahkan pengajuan pertama bukti kejahatan perang Israel ke Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC), dalam upaya untuk mempercepat penyelidikan ICC terkait pelanggaran yang dilakukan selama konflik Gaza tahun lalu.

Saat berdiri di luar ICC setelah bertemu kepala jaksa pengadilan Fatou Bensouda, pada Kamis (25/6), Menteri Luar Negeri Palestina Riad Maliki mengatakan ia telah mengajukan berkas tentang konflik Gaza, pemukiman Israel yang menempati lahan warga Palestina, dan penanganan tahanan Palestina di penjara Israel.

“Palestina sedang melakukan tes terhadap kredibilitas mekanisme internasional. Uji coba dunia tidak akan gagal. Palestina telah memutuskan untuk mencari keadilan, bukan balas dendam,” kata Maliki.

Tidak jelas berapa lama proses itu akan berlangsung.

Langkah ini dapat membuat Israel dalam kebingungan, karena harus memutuskan apakah akan bekerja sama dengan penyelidikan ICC atau akan terisolasi sepert sedikit negara yang menolak untuk bekerja dengan Mahkamah Internasional.

ICC berbasis di Den Haag, meneliti dugaan kejahatan kepada kedua kelompok bersenjata, yaitu antara Palestina dan Israel. Tetapi tidak bisa memaksa Tel Aviv untuk memberikan informasi.

Otoritas Palestina bergabung dengan pengadilan internasional tahun ini. Sayangnya, dokumen Palestina yang diserahkan pada hari Kamis (25/6) tidak dipublikasikan.

Tindakannya bisa dimengerti, karena dokumen itu menggambarkan permukiman Israel dan memuat alasan Palestina melihat tindakan sebagai pelanggaran hukum internasional.

Israel bukan anggota ICC dan menolak otoritas pengadilan.

Israel membantah tuduhan bahwa militernya telah melakukan kejahatan perang selama perang Gaza 2014. Israel kemudian, menuduh Hamas yang mengontrol Jalur Gaza melakukan kejahatan dengan menembakkan ribuan roket ke pusat-pusat populasi Israel.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan: “Langkah Palestina tidak lebih dari upaya untuk memanipulasi ICC dan kami berharap bahwa jaksa tidak akan jatuh ke dalam perangkap.”

“Ini adalah upaya Palestina untuk memanipulasi dan mempolitisir mekanisme peradilan ICC,” kata Emmanuel Nahason, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel.

Upaya gencatan senjata pada bulan Agustus, berhasil mengakhiri 50 hari pertempuran antara pejuang Gaza dan Israel. Perang itu, menurut pejabat kesehatan menewaskan lebih dari 2.100 warga Palestina, kebanyakan warga sipil.

Israel mengklaim sebanyak 67 tentara dan enam warga sipilnya tewas.

Sementara itu, Penyelidik PBB mengatakan pada hari Senin bahwa Israel dan kelompok Palestina melakukan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional selama konflik yang mungkin merupakan kejahatan perang. [Sumber: Aljazeera/kiblat]

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply