Soal Al-Qur’an, Ilmuwan Non Muslim Sebut Ahok Dungu

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
Ahok

Ahok

persisalamin – Entah apa motifnya, seorang kristiani yang miskin ilmu, Ahok, dengan penuh keangkuhan di depan puluhan anak buahnya melecehkan Al-Qur’an dan menyebut surah Al-Maidah ayat ke-51 telah membodohi dan membohongi mereka.  Tindakan bodoh itu dia lakukan di hadapan orang-orang muslim yang sepakat menghormati dan memuliakan Al-Qur’an.

Apa yang dilakukan Ahok sangat tidak sejalan dengan ajaran agamanya sendiri. Bahkan tindakan tersebut semakin mempertegas watak Ahok, selain arogan, juga tidak memahami agamanya sendiri. Padahal, jauh sebelumnya, sejumlah tokoh kristiani dengan penuh kesadaran dan jujur mengakui kekagumannya terhadap Al-Qur’an.

Seorang filosof Jerman, Geothe, dalam salah satu karya ilmiahnya ia menulis;

“Al-Qur’an itu mempunyai susunan kata yang molek dan indah, isi dan tujuannya mengandung pedoman bahagia. Al-Qur’an adalah kemuliaan yang sangat tinggi.”

Laura Vacica Vaglieri, seorang doktor berkebangsaan Perancis pernah mengungkapkan kekagumannya terhadap Al-Qur’an. Dia menulis;

“Al-Qur’an adalah suatu koleksi tentang kebijaksanaan yang dapat diperoleh orang-orang yang paling cerdas, filosof-filosof kenamaan, dan ahli politik yang paling piawai.”

Profesor Margoliouth, menyebut kemajuan negara-negara Barat tiada lain karena pengaruh Al-Qur’an. Dia menulis;

“Al-Qur’an menempati kedudukan yang maha penting di barisan agama-agama besar di seluruh dunia. Ia adalah tenaga yang amat hebat dan telah mengubah Eropa dan Asia menjadi beradab.”

Profesor Thomas Carlyle, mengagumi Al-Qur’an karena pegaruhnya yang teramat luas. Ajarannya yang sangat indah, katanya, menjadikan  dunia serasa hidup. Dia pernah mengungkapkan kekagumanya terhadap Al-Qur’an seperti berikut;

“Al-Qur’an penuh dengan kesucian, seolah-olah bagai berlian akan kebersihan dan keindahannya. Al-Qur’an berhasil mengeluarkan orang-orang dari kebodohan kepada kepandaian, dari kerendahan kepad kemuliaan, dari kelemahan kepada kekuatan. Cahaya Al-Qur’an menerangi seluruh penjuru dunia dari Utara sampai Selatan, dari Timur sampai ke Barat.”

JM Rodwell, ‘memaksa’ masyarakat dunia untuk tidak menutup mata akan tingginya ajaran Islam yang terkandung dalam Al-Qur’an. Dia pernah menulis;

“Harus diakui bahwa Al-Qur’an pantas mendapat penghargaan yang setinggi-tingginya tentang konsepsinya mengenai sifat-sifat Tuhan.”

Profesor Edenard Monter, bahkan tanpa keraguan menyebut siapapun yang tidak mengakui kebenaran dan kehebatan Al-Qur’an sebagai orang yang paling bodoh. Dia pernah menulis;

“Barangsiapa  yang berkata bahwa Al-Qur’an itu tidak mengandung peradaban yang tinggi dan elok, maka ia adalah orang yang dungu.”

Demikianlah beberapa diantara banyaknya non muslim yang secara juju mengakui kebenaran dan kehebatan Al-Qur’an sebagai kitab yang sangat agung dan suci. Sangat tidak pantas dan tercela, bahkan menurut Monter termasuk dungu, jika Ahok melecehkan Al-Qur’an dengan bahasa yang sangat menyakitkan itu.

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply