Sekjen FPI Beberkan Ahok Pemecah Belah Bangsa

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
Sekretaris Jenderal FPI, Munarman

Sekretaris Jenderal FPI, Munarman

persisalamin – Tuntutan rakyat agar Polri segera memenjarakan Ahok yang telah menistakan Islam masih berlangsung dan digelar di berbagai daerah. Bahkan aksi bela Islam di Jakarta yang sudah digelar dua kali akan dilanjutkan dengan Aksi Bela Islam Super Damai 2 Desember mendatang. Sayangnya aksi yang dipimpin Gerakan Nasonal Pengawal Fatwa MUI itu dituding sebagai aksi memecah belah bangsa. Bahkan Kapolri Tito Karnavian menyebut aksi tersebut sebagai makar.

Menampik tudingan itu, Sekretaris Jenderal FPI, Munarman menegaskan, tudingan aksi bela Islam sebagai pemeceah belah bangsa sangat keliru. Justru, kata dia, ancaman perpecahan ditebarkan oleh pemerintah yang melindungi Ahok. Dia menilai, Polri sebagai institusi penegak hukum bekerja dengan tidak profesional dan secara kasat mata memberikan pembelaan terhadap Ahok.

“Seharusnya Polri bekerja secara impersonal dan imparsial; tidak memihak, tidak sebagian, tidak melihat siapanya. Kalau Polri bekerja secara profesional, impersonal, dan imparsial, Ahok sudah ditahan itu. Tapi yang sekarang adalah Polri bekerja secara personal dan parsial serta tidak profesional,” katanya.

Dia melanjutkan, sepanjang sejarah, baru dalam kasus Ahok polisi berupaya meringankan tersangka. Hal ini semakin menegaskan posisi Polri yang pasang badan untuk Ahok. Padahal, justru seharusnya yang berusaha meringankan tersangka adalah pihak tersangka, namun dalam kasus ini justru Polri yang berperan sebagai pembela Ahok.

“Sepanjang sejarah saya sebagai pengacara, baru kali ini penyidik mencari-cari ahli untuk meringankan tersangka,” katanya.

Munarman juga menyayangkan pihak-pihak yang menyalahkan peserta aksi bela Islam dan menudingnya sebagai pemecah belah bangsa. Tuntutan rakyat dalam aksi bela Islam, kata dia, hanya ingin keadilan ditegakkan.

“Sangat salah kalau kami rakyat Indonesia yang menginginkan hukum ditegakkan tapi dituduh memecah belah bangsa. Justru sebenarnya tersangka inilah yang memecah belah bangsa,” ujarnya.

Dia menjelaskan, akibat ulah Ahok, di kalangan tokoh-tokoh bangsa terjadi silang pendapat, baik tokoh politik maupun pemerintah.

“Sekarang ini terjadi perpecahan di tingkat elit kan. Elit politik pecah, elit pemerintahan pecah. Ini karena menyikapi seorang Ahok,” ungkapnya.

Dia menambahkan, di bagian timur Indonesia ada ancaman akan memisahkan diri dari Indonesia jika Ahok ditahan. Hal ini, kata Munarman, menjadi bukti bahwa Ahoklah sebenarnya pemecah belah bangsa.

“Mereka mengancam akan memisahkan diri apabila Ahok dijadikan tersangka dan ditahan. Ahok didukung kelompok sparatis, berarti yang ingin memecah belah bangsa adalah sparatis, si tersangka ini dong,” tegasnya.

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply