Rush Money, Lakukan atau Abaikan?

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
Pakar ekonomi syariah, Latief Awaludin

Pakar ekonomi syariah, Latief Awaludin

persisalamin – Ajakan rush money (penarikan uang) secara serentak pada tanggal 25 November terus meluas. Belum diketahui siapa yang pertama kali menyebarkan ajakan tersebut. Yang jelas, ajakan itu memicu kekhawatiran sejumlah pihak, termasuk pemerintah. Menteri Keuangan, Sri Mulyani dibuat geram dengan ajakan itu. Menurutnya, rush money membahayakan ekonomi nasional. Dan dampaknya akan dirasakan oleh kalangan menengah ke bawah. Rakyat kecil, kata Sri Mulyani, pihak yang paling dirugikan jika aksi tersebut benar-benar dilakukan.

Akan tetapi, ajakan itu disebut-sebut sebagai salah satu cara melumpuhkan kekuatan ekonomi yang ada di belakang Ahok. Kekuatan ekonomi sembilan taipan, begitu isitlah yang digunakan untuk kekuatan di belakang Ahok, akan lumpuh hanya dengan aksi menarik uang yang disimpan di Bank. Sejumlah bank besar di Indonesia, pemiliknya ditengarai sebagai penyokong utama kekuatan Ahok. Sementara nasabah bank-bank tersebut mayoritas adalah umat Islam. Sedang saat ini, umat Isam telah diobok-obok dan dilecehkan oleh kekuatan Ahok.

Lalu, bagaimana seharusya umat Islam bersikap? Haruskah melakukan aski rush money?

Pakar ekonomi syariah, Latief Awaludin menuturkan, secara prinsip rush money akan berdampak pada macetnya perputaran keuangan terutama di sejumlah bank. Para pelaku usaha, kata dia, akan terkena dampak dari aksi ini. Sehingga ketika para pelaku usaha akan melakukan pinjaman modal tidak akan terpenuhi.

“Secara tidak langsung ini akan berdampak pada ekonomi kalangan kecil, terutama jangka panjangnya,” ujar Dosen Ekonomi Syariah UNPAD Bandung ini.

Meski demikian, Ketua Prodi Ekonomi Syariah STAI Persis ini menyarankan, aksi rush money boleh dilakukan dengan catatan uang tersebut dialihkan ke bank-bank syariah.

“Kalau harus dilakukan rush money, bisa dilakukan tapi sebaiknya langsung dipindahkan ke bank-bank syariah. Ini akan berdampak positif bagi umat Islam,” terangnya.

“Misalnya Muhammadiyah yang memindahkan uangnya trilyunan ke Bank Syariah. Itu sangat bagus,” imbuhnya.

Dosen Ekonomi Syariah yang juga mengajar di UIN Bandung ini melanjutkan, jika aksi tersebut dilakukan, maka akan ada dua keuntungan yang didapat umat Islam. Selain melemahkan bank-bank besar penyokong Ahok, aksi tersebut sebagai dukungan terhadap bank-bank syariah.

“Ada dua keuntungan kalau dilakukan. Pertama untuk melemahkan bank-bank penyokong Ahok. Kedua sebagai dukungan moril terhadap bank-bank Syari’ah sekaligus tercapainya tujuan ini,” ungkapnya.

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply