Duterte kepada Obama: Go to Hell!

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
Rodrigo Duterte

Rodrigo Duterte

persisalamin – Kebijakan Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam memerangi narkoba di negaranya mendapat kritikan dari sejumlah pemimpin dunia, tak terkecuali Presiden AS Barak Obama. Obama dalam berbgai kesempatan menuding Duterte telah melakukan kejahatan kemanusiaan karena kebijakannya yang telah menyebabkan ribuan rakyat Filipina tewas. Menurut Obama, meski dalam rangka memerangi narkoba, namun tindakan Duterte melanggar hak asasi manusia.  dia pun meminta Duterte untuk menghentikan tindakannya.

Namun Duterte tak mengindahkan permintaan Obama. Dia malah bersikeras akan tetap memernagi narkoba. Sebab Duterte menilai, narkoba adalah kejahatan luar biasa dan ancaman seirus yang dapat menghancurkan negaranya. Dia pun balik mengkritik Obama dengan menyebutnya sebagai penjilat dan pengecut.

“Alih-alih membantu kita, negara ini menjadi yang pertama mengkritik kebijakan ini. Jadi sebaiknya Anda pergi ke neraka, Obama. Anda bisa pergi ke neraka,” kata Duterte dalam pidatonya pada hari Selasa.

Sejak dipimpin Duterte, terutama kebijakan memerangi narkoba, hubungan Filipina dengan AS semakin memburuk. AS mengeluarkan kebijakan untuk memboikot penjualan senjata kepada Filipina. Meski demikian, Duterte tidak khawatir. Sebab, kata dia, senjata yang dibutuhkannya dapat dipasok dari negara lain, termasuk Rusia dan Tiongkok yang siap membantu.

“Jika Anda (Obama) tidak mau menjual senjata kepada saya, saya akan pergi ke Rusia. Saya kirim para jenderal ke Rusia dan Rusia memiliki semua yang saya butuhkan,” kata Duterte .

“Sangat mungkin akhirnya saya harus memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan AS. Saya lebih senang pergi ke Rusia dan Tiongkok,” imbuhnya.

Sementara itu Gedung Putih mengaku belum mengetahui pernyataan Duterte secara resmi. Pihaknya mengatakan belum ada kebijakan negara terkait dengan sikap Filipina yang secara terbuka menantang Presiden AS Barak Obama.

“Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Filipina tetap terbuka,” kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest.

“Secara resmi kami belum menerima apapun soal itu. Dan kami belum ada rencana soal perubahan hubungan bilateral kami,” tambahnya.

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply