Aleppo Dalam Risalah Nubuwwah

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
Aleppo

Aleppo

persisalamin – Salah satu pembicaraan Rasulullah SAW dengan para sahabatnya adalah soal akhir zaman. Dalam berbagai hadis disebutkan, menjelang kiamat kubra, akan terjadi peperangan yang maha dahsyat. Perang itu melibatkan banyak negara, kengeriannya berlipat-lipat melebihi perang dunia pertama dan kedua. Pembantaian besar-besaran terjadi di mana-mana. Al-Malahim, begitu istilah yang digunakan Rasulullah SAW untuk menyebut peperangan yang sangat hebat itu, akan mengawali babak baru peradaban manusia, sekaligus babak akhir kehidupan dunia.

Ketika menjelaskan perang akhir zaman itu, Rasulullah SAW menyebut nama satu wilayah yang menurutnya sangat istimewa; Syam. Syam kata Nabi, pada masa peperangan tersebut adalah wilayah yang paling baik dibanding dengan wilayah-wilayah lain. Nabi menyebut, ketika terjadi peperangan akhir zaman, Syam adalah wilayah yang menjadi pusat umat Islam.

Dalam kitab Sunan An-Nasai, terdapat sebuah riwayat yang menjelaskan masalah tersebut. Hal itu sebagaimana dituturkan salah seorang sahabat Rasulullah SAW, Salamah bin Naufal saat berbincang bersama Rasulullah SAW. Salamah bin Naufal menuturkannya sebagai berikut.

“Aku duduk bersama Rasulullah SAW. Saat itu ada seseorang yang berkata kepada Nabi: Wahai Rasulullah, aku bosan merawat kuda perang, aku meletakkan senjataku dan perang telah ditinggalkan para pengusungnya, kini tidak ada lagi perang. Lalu Nabi SAW menjawab: Sekarang telah tiba saatnya berperang. Akan selalu ada satu kelompok di tengah umatku yang unggul melawan musuh-musuhnya. Allah sesatkan hati banyak kelompok yang memerangi mereka. Dan Allah akan memberi rizki dari mereka (ghanimah) hingga datang ketetapan Allah dan mereka akan selalu begitu. Ketahuilah, pusat negeri Islam adalah Syam. Kuda perang terpasang tali kekang di kepalanya (siap perang), dan itu membawa kebaikan hingga datangnya Kiamat.”

Dengan sangat jelas disebutkan bahwa Syam adalah tempat yang menjadi pusat komando umat Islam saat perang akhir zaman berkecamuk. Karenanya, dalam hadis yang lain Nabi SAW sangat meganjurkan umatnya untuk bergabung dengan umat Islam di Syam. Hal itu antara lain sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnadnya sebagai berikut.

“Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang: satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Ibnu Hawalah bertanya: Wahai Rasulullah, pilihkan untukku jika aku mengalaminya. Nabi saw: Hendaklah kalian memilih Syam, karena ia adalah negeri pilihan Allah, yang Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya. Jika kalian tidak bisa, hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum binatang ternak dari kolam-kolam (di lembahnya), karena Allah menjamin untukku negeri Syam dan penduduknya.”

Begitulah antara lain yang dijelaskan Nabi SAW tentang Syam di akhir zaman. Syam, kata Nabi, akan menjadi pusat pertempuran di akhir zaman. Lalu, di manakah saat ini tanah Syam itu berada?

Syam adalah istilah yang digunakan pada masa Nabi SAW untuk menunjuk suatu tempat yang berada di Asia Barat. Sebelah barat berbatasan dengan Libanon dan Laut Mediterania. Sebelah Utara berbatasan dengan Turki. Sebelah Timur berbatasan dengan Irak. Sebelah Barat daya berbatasan dengan Yordania selatan, dan Israel. Suriah menjadikan Damaskus sbagai Ibu kota.

Saat ini, Syam terbagi menjadi 4 negara, yaitu Palestina, Libanon, Suriah, dan Yordania. Dari keempat negara itu, Palestina dan Suriah adalah negara yang terus dilanda konflik berkepanjangan. Dari kedua negara yang terjebak dalam peperangan itu, Suriah adalah yang paling memprihatinkan.

Suriah terdiri dari 14 Provinsi; Hasakah, Raqqah, Dairuzaur, Homs, Aleppo, Hama, Idlib, Latakia, Tartus, Damaskus, Rif Dimasq, Quneitra, Dara, dan Suwaida. Aleppo, salah satu provinsi di Suriah, tepatnya di kota Halb, saat ini tengah menjadi bulan-bulanan rezim Syi’ah Nusairiyah yang dipimpin Bashar Assad laknatullah. Aleppo, sebagaimana disebutkan banyak sumber, menjadi provinsi yang paling mencekam dan memprihatinkan. Pembantaian besar-besaran yang dilakukan tentara Assad dan sekutunya; Rusia, Iran, dan Cina menyebabkan ratusan ribu umat Islam tewas. Pembantaian atas muslim Aleppo adalah pembantaian terbesar dan paling biadab sepanjang sejarah.

Pembantaian itu mengundang kecaman dunia internasional,Islam khususnya. Arab Saudi pun menggalang kekuatan negara-negara Islam yang mencapai 35 negara. Koalisi negara-negara Islam pimpinan Arab Saudi itu, siap melancarkan operasi militer untuk menyelamatkan Aleppo. Dunia pun kian memanas. Negara-negara di dunia akan terbentuk ke dalam dua kekuatan besar; koalisi negara-negara Islam dan koalisi negara-negara pendukung Syi’ah. Kedua kubu ini sangat dimungkinkan bentrok dan berpusat di Aleppo, Suriah. Jika itu benar-benar terjadi, maka itulah Malhamah Kubra. Peperangan super dahsyat itu, sebagaimana disebutkan Nabi, akan berakhir dengan kemenangan umat Islam.

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply