Waspada, Umat Islam Diincar Istana!

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
ilustrasi

ilustrasi

persisalamin – Pilgub DKI 2017 baru memasuki tahap pemeriksaan kesehatan calon yang hasilnya belum diumumkan kepada publik. Meski demikian, suhu politik Jakarta mulai memanas. Beredar rumor yang menyebut pihak istana mendukung salah satu calon, Anies Baswedan yang diusung Partai Gerindra dan PKS. Calon yang didampingi Sandiaga Uno itu disebut-sebut mendapat dukungan penuh dari Presiden Jokowi. Meski rumor itu dibantah Mensesneg, Pratikno, namun Waketum Partai Gerindra, Arief Puyono menegaskan jika Pratikno, kader PDIP itu  bertemu Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo. Menurut Arif, Pratikno menemui Prabowo sebagai utusan Presiden Jokowi. Jokowi, kata dia, mendukung Anies mantan anak buahnya untuk maju dan memenangkan Pilgub Jakarta mendatang.

Benar atau tidaknya rumor itu, ada persoalan serius yang harus dicermati dan disikapi. Jika benar Jokowi memberikan dukungan untuk Anies, harus diingat bahwa Jokowi adalah kader PDIP yang juga petugas partai. Sementara publik tahu, PDIP adalah partai utama yang mengusung pasangan Ahok-Jarot yang didukung Golkar, Nasdem, dan Hanura. Hal yang mustahil adalah PDIP mendukung calon yang menjadi lawan bagi calon yang diusungnya.

Publik cukup terkejut ketika diumumkan nama pasangan cagub dan cawagub yang sama sekali tidak diduga sebelumnya; Agus Yudhoyono dan Sylviana. Kedua nama itu pun tidak pernah masuk dalam radar para petinggi partai di luar poros Cikeas. Hadirnya pasangan segar ini menjadi momok besar bagi calon petahana dan partai-partai pendukungnya. Bagaimanapun, Agus Yudhoyono memiliki karir yang cemerlang, dan tidak memiliki catatan buruk bagi calon konstituen di Jakata. Ini menjadi magnet yang amat kuat bagi warga Jakarta untuk menjatuhkan pilihannya pada Agus.

Sementara hasil sejumlah survei menunjukkan, elektabilitas Agus-Sylvi terus merangkak dan jauh meninggalkan pasangan Ahok-Jarot. Tentu saja data ini cukup menyeskkan kubu Ahok, termasuk istana yang dikuasai PDIP. Jika hal itu terus dibiarkan, bukan tak mungkin Agus memenangi kompetisi di ibukota itu dan Ahok terjungkal dari kursi gubernur. Hal ini bakal jadi mimpi buruk terutama bagi PDIP, marwahnya sebagai partai besar dan penguasa ibu kota lebur.

Tentu bukan tanpa alasan cerdas istana memberikan dukungan untuk Anies. Meski cukup banyak alasan yang bakal dikemukakan ke publik, namun alasan yang sangat pasti hanya satu; memecah suara umat Isam di Jakarta.

PDIP dan kroninya tahu betul calon yang diusungnya bakal kalah pamor oleh Agus. Terlebih gerakan penolakan dan anti Ahok di Jakarta semakin meluas. Bahkan aksi masal tolak dukungan untuk Ahok dari massa dan kader partai pengusung sudah tak terbendung lagi. Hal ini menjadi ancaman serius bagi koalisi PDIP, dan Ahok bakal tersingkir dari ibu kota.

Mengantisipasi mimpi buruk itu, PDIP mulai bermanuver. Mengaku sebagai utusan Jokowi, Pratikno yang tak lain adalah kader PDIP menemui Prabowo untuk menyatakan dukungan bagi Anies-Uno. Benar maupun tidak rumor ini, hal yang sangat sulit diterima nalar adalah istana memberikan dukungan kepada penantang pasangan Ahok- Djarot yang dijagokannya. Jika istana mendukung Anies, maka dipastikan Ahok bakal kalah. Ini tidak mungkin dilakukan istana. Bagaimanapun, istana yang berisi orang-orang PDIP tidak mungkin melakukan bunuh diri berjamaah.

Lalu, apa motif dukungan itu? Juga, mengapa untuk Anies, bukan untuk Agus. Jawabannya hanya satu; memecah suara umat Islam. Sudah menjadi rahasia umum, Ahok tak akan mendapat suara berarti dari umat Islam Jakarta. Terlalu banyak alasan bila harus dikemukakan. Sementara umat Islam Jakarta tengah melirik Agus Yudhoyono, yang dinilai sebagai sosok yang dapat diharapkan. Sangat dimungkinkan, suara umat Islam akan diraup Agus. Dan, PDIP sudah menghitung akan kemungkinan ini.

Maka tindakan yang dilakukan adalah memecah konsentrasi umat Islam agar suaranya tak hanya mengalir kepada Agus, tetapi juga kepada Anies. Jika langkah ini berhasil, maka suara untuk Agus akan berkurang. Hasilnya, selisih suara ketiga pasangan tidak akan jauh, bahkan Ahok sedikit unggul dari pasangan lainnya. Dengan begitu, Ahok akan kembali memimpin ibu kota. Dan upaya meyingkirkan wong cilik dari Jakarta pun akan berlanjut, rupiah bernilai triliunan akan mengalir ke kantong PDIP dan kroninya. Dan yang paing dikhawatirkan adalah,  syiar Islam  di Jakarta akan dipadamkan. Sangat sederhana, bukan? Waspada, umat Islam diincar istana!

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply