Umat Islam Diizinkan Berperang

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
ilustrasi

ilustrasi

persisalamin – Pada awal-awal masa kenabian, Rasulullah SAW sering mendapat teror dari kafir quraisy yang terdiri dari banyak golongan. Begitupun masyarakat Arab yang menjadi pengikut beliau mendapat penyiksaan yang luar biasa menyakitkan dari kaum kafir. Berbagai tekanan dan penyiksaan ditimpakan kepada siapapun yang mengikuti ajaran yang disampaiakan oleh Nabi Muhammad SAW. Lelaki maupun perempuan, tua maupun muda, jika menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW menyatakan masuk Islam, maka orang itu pasti diperangi.

Sementara pada saat yang sama umat Islam tidak dapat berbuat banyak menghadapi penyiksaan yang memilukan itu. Selain jumlah yang sedikit, kekuatan yang belum terkumpul, juga belum ada instruksi dari Rasulullah SAW untuk melakukan perlawanan. Pun demikian, Rasulullah SAW tidak dapat mengambil sikap untuk menggerakkan pengikutnya untuk melawan kezaliman kafir quraisy saat itu. Beliau masih menunggu instruksi dari Allah SWT.

Setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah dan mendapatkan pengikut dengan jumlah yang lebih banyak, Rasulullah SAW merasa tidak terlalu khawatir dan siap berkonfrontasi dengan orang-orang kafir baik di Madinah maupun di Mekah. Umat Islam yang jumlahnya terus bertambah banyak menyatakan siap seandainya ada perintah untuk berperang. Tidak lama setelah itu, tada tahun ke-2 Hijriyah, turunlah wahyu kepada Rasulullah SAW yang isinya adalah pernyataan Allah SWT mengizinkan umat Islam untuk mengangkat senjata. Wahyu tersebut sebagaimana tercantum dalam Qur’an surah Al-Hajj ayat ke -39 sebagai berikut;

“Telah diizinkan berperang bagi orang-orang yang diperangi, karena mereka sesungguhnya telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah SWT benar-benar berkuasa untuk menolong mereka.”

Setelah turunnya ayat itu, umat Islam mengangkat senjata dan melakukan perlawanan terhadap para penguasa zalim yang telah menindas umat Islam. Beberapa kali umat Islam terlibat dalam sejumlah peperangangan. Dalam catatan para sejarawan, sedikitnya ada 27 peperangan umat Islam yang dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW. Sedangkan perang yang dipimpin oleh para sahabat beliau jumlahnya tak kurang dari 40 kali peperangan.

Dalam Islam, perang dilakukan bukan tanpa alasan. Sebab, sebenarnya perang hanyalah jalan terakhir dalam menegakkan kebenaran yang Allah SWT turunkan. Merujuk pada Al-Qur’an terutama yang berkaitan dengan perang, setidaknya ada 5 alasan umat Islam harus mengangkat senjata untuk melakukan perlawanan.

Pertama, perang dilakukan dalam rangka mempertahankan agama dari serangan musuh yang dapat memadamkan cahaya Islam. Jika umat  Islam diserang, maka umat Islam diperkenankan untuk melawan dan balik menyerang. Kedua, perang diizinkan untuk membalas kezaliman yang dilakukan musuh-musuh Islam terhadap umat Islam dan Islam. Ketiga, perang diizinkan untuk menegakkan kebenaran Islam. Keempat, perang diizinkan untuk menghilangkan kezaliman di muka bumi. Kelima, perang diizinkan untuk menciptakan ketenangan dalam melaksanakan agama.

Jika kondisi-kondisi di atas dialami umat Islam, maka pada saat itulah umat Islam boleh mengangkat senjata, melakukan perlawanan, berperang dengan siapapun yang berusaha memadamkan cahaya Islam di muka bumi. Termasuk di era modern seperti saat ini, ketika umat Islam lebih sering ditekan, dizalimi, dirugikan, bahkan kezaliman itu langsung menyasar terhadap kesucian ajaran Islam. Jika keadaannya seperti itu, maka tidak ada alasan bagi umat Islam untuk berdiam diri. Umat Islam harus bergerak, melawan, bila perlu mengangkat senjata. Umat Islam diiznkan Berperang.

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply