Setelah Mandi Junub, Haruskah Berwudu?

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
ilustrasi

ilustrasi

persisalamin – Mandi junub adalah cara bersuci dari hadas besar baik karena hubungan suami istri, atau setelah selesai haid atau nifas, atau karena keluar mani dengan berbagai sebab seperti mimpi. Mandi junub hukumnya wajib bagi orang-orang yang mengalami salah satu dari hal-hal tersebut. Jika karena kondisi darurat, maka mandi junub dapat digantikan dengan tayamum.

Aisyah RA menjelaskan bahwa apabila Rasulullah SAW mandi junub, beliau mencuci kedua tanganya, kemudian membersihkan kemaluan, wudu, membasuh kepala, menuangkan air tiga kal ike kepalanya, menyiramkan air ke seluruh anggota tubuhnya, kemudian terakhir beliau mencuci kakinya.

Berkaitan dengan hal itu, ada pertanyaan, apaah setelah mandi junub harus wudu? Menurut pakar fikih, A. Zakaria, orang yang telah mandi junub tidak harus berwudu. Sebab mandi junub sudah lebih cukup mewakili wudu.

“Mandi itu cukup sebagai pegganti wudu untuk salat,” jelasnya.

Adapun diantara alasan mengenai hal itu adalah seperti disebutkan hadis yang diriwayatkan Imam Tirmizi berikut ini.

“Dari Aisyah RA berkata, sesungghunya Nabi SAW tidak wudu setelah mandi.”

Dalam riwayat lain, sebagamana dijelaskan Ibnu Umar RA bahwa dalam salah satu kesempatan Rasulullah SAW ditanya tentang wudu setelah mandi. Lalu beliau menjelaskan bahwa mandi lebih sempurna daripada wudu.

“Ketika Nabi ditanya tentang wudu setelah mandi, beliau menjawab; wudu mana yang lebih rata daripada mandi?”

Berdasarkan penjelasan tersebut, jika seseorang selesai melaksanakan mandi junub, ia tidak harus wudu. Sebab, dalam mandi sudah teradapt wudu, dan mandi lebih sempurna daripada wudu.

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply