Sebelum Ramadhan Pergi

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
ilustrasi

ilustrasi

persisalamin – Idul Fitri sudah di depan mata, Ramadhan akan segera pergi. Ibarat kekasih yang sangat dicinta, kepergian Ramadhan akan meninggalkan duka dan kesedihan yang amat sangat. Akan tetapi, itu hanya dirasakan oleh orang yang merindukan dan menyambut hangat kehadiran Ramadhan. Tentu akan berbeda dari orang yang sama sekali tidak mengistimewakan kehadiran Ramadhan, sehingga kepergiannya pun tak ada yang disesalkan.

Bagi muslim yang baik, kepergian Ramadhan akan menjadi alat untuk mengevaluasi diri. Selama Ramadhan ini, sudah seberapa besar ikhtiar yang dilakukan untuk memperoleh keistimewaan Ramadhan, salah satunya berlipat gandanya pahala dari suatu kebaikan yang dilakukan. Salat, sedekah, tilawah Qur’an, dan kebaikan-kebaikan lainnya, seberapa banyak dilakukan selama Ramadhan ini? Pertanyaan ini sangat penting , agar seseorang tidak menyesal di kemudian hari setelah Ramadhan berakhir.

Bagi yang telah memanfaatkan Ramadhan secara maksimal, kepergian Ramadhan memang menyedihkan, tetapi pahala yang amat besar telah menanti di surga. Sebaliknya, bagi yang tidak memanfaatkannya secara maksimal, tentu menjadi kerugian yang sangat besar. Padahal Allah SWT. telah meyediakan pahala yang begitu besar, tetapi dia menyia-nyiakannya.

Karenanya, meski akan segera berakhir dan hendak beranjak, Ramadhan masih menyisakan waktu. Memang dalam hitung-hitungan matematika waktu yang tersisa tidak seberapa. Tapi jika dilihat dari besarnya keutamaan yang tak seberapa itu, justru waktu yang singkat tersebut sangat bermakna, ketimbang tidak memanfaatkannya sama sekali.

Tujuh belas rakaat yang dikerjakan setiap hari pada bulan Ramadhan, satu juz Al-Qur’an yang dibaca, dan satu juta rupiah yang disedekahkan,  akan berbuah pahala yang sangat besar, dan mencukupi untuk menebus dosa sebanyak buih laut sekalipun.

Namun hal yang terpenting dari kebaikan yang dikerjakan itu bukan sekedar pahala, melainkan kedudukan manusia yang bisa menjadi husnul khatimah atau sebaliknya, su’ul khatimah. Merupakan keberuntungan yang sangat besar, bila Ramadhan pergi, orang yang diitnggalkannya dalam keadaan husnul khatimah. Dan termasuk kerugian yang tak terhingga, bila Ramadhan pergi justru seseorang  menjadi su’ul khatimah.

Maka tidak ada pilihan lain, sebelum Ramadhan berakhir dan pergi, setiap orang harus memanfaatkannya secara maksimal, dengan cara memperbanyak berbuat kebaikan, baik yang langsung berhubungan dengan Allah SWT. maupun yang berhubungan dengan sesama. Sebelum Ramadhan pergi, bercengkramalah dengannya hingga engkau merasakan kepuasan. Selamat bercengkrama!

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply