Salat Magrib Juga ada Qobliyahnya Lho

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
ilustrasi

ilustrasi

persisalamin – Salat sunah jumlahnya sangat banyak, baik jenis maupun rakaatnya. Satu diantara salat sunah tersebut adalah salat sunah sebelum magrib. Megenai salat ini, perhatikanlah  hadis berikut.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ { : كُنَّا نُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ غُرُوبِ الشَّمْسِ ، وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرَانَا ، فَلَمْ يَأْمُرْنَا وَلَمْ يَنْهَنَا } رَوَاهُ  مُسْلِم

“Dari Ibnu Abbas rodiyallohu anhu telah  berkata, Kami biasa salat dua raka’at setelah matahari terbenam, sedangkan Nabi SAW melihat kami (salat) , tetapi beliau tidak memerintahkan kami juga tidak melarangnya.” (HR. Muslim)

Hadis tersebut menggambarkan kebiasaan para sahabat melaksanakan salat setelah terbenam matahari, yaitu sebelum salat maghrib, yang ternyata diketahui oleh Rasulullah SAW, tetapi beliau membiarkannya. Dalam istilah ushul fikih dan hadis, inilah yang disebut sunnat taqririyah. Yaitu perbuatan sahabat yang tidak diperintah juga tidak dilarang oleh Nabi SAW. Melaksanakan pekerjaan seperti ini hukumnya adalah sunnat

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ الْمُزَنِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :صَلُّوا قَبْلَ الْمَغْرِبِ ، صَلُّوا قَبْلَ الْمَغْرِبِ ثُمَّ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ كَرَاهِيَةَ أَنْ يَتَّخِذَهَا النَّاسُ سُنَّةً. رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

“Dari Abdullah bin Mughoffal Al-Muzanniy rodiyallohu anhu telah berkata, Rasulullah SAW. bersabda: Salatlah kalian sebelum maghrib, salatlah kalian sebelum maghrib, kemudian beliau bersabda pada yang ketiga kalinya, bagi yang mau. Karena khawatir manusia menjadikannya sebagai kebiasaan.” (HR. Bukhari)

Jika dalam hadis yang diriwayatkan Muslim Rasul hanya menyetujuinya saja, maka hadis ini lebih tegas dan menunjukkan adanya perintah yang disampaikan oleh Rasulullah SAW untuk mengerjakan salat sunnat sebelum maghrib. Bahkan perintah yang dikeluarkan oleh Rasul ini adalah perintah yang berulang. Secara tersirat, ini berarti bahwa melaksanakan salat sebelum salat maghrib adalah ibadah yang bernilai tinggi. Sehingga sangat disayangkan jika hal itu tidak dikerjakan.

Hanya saja, pada akhir perintah tersebut Rasul mengatakan ‘bagi yang mau’. Dari sisi hukum, ini berarti bahwa salat dua raka’at sebelum maghrib bukanlah sesuatu yang wajib dikerjakan, tidak harus dipaksakan, tetapi sebagai ibadah sunnat. Bahkan Rasulullah SAW kurang suka jika ditetapkan bahwa salat tersebut tidak boleh ditinggalkan. Meski demikian, bagi umat Nabi Muhammad SAW, melaksanakan salat sunnat qobla maghrib sangat dianjurkan.

وَفِي رِوَايَةٍ لِابْنِ حِبَّانَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى قَبْلَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ

Di dalam riwayat Ibnu Hibban, (disebutkan) bahwasannya Rasulullah SAW salat qobla maghrib dua raka’at.

Hadis ini lebih mempertegas, bahwa Rasulullah tidak sebatas setuju dan memerintahkan sahabatnya untuk melaksanakan salat sunnat qobla maghrib, tetapi beliau sendiri telah mencontohkannya.

Dengan demikian, jelaslah bahwa salat sunnat qobla maghrib menjadi bagian dari salat-salat sunnat yang harus dibiasakan oleh umat Islam.

Dalam kitab Subulussalaam, As-Shan’aniy menjelaskan sebagai berikut,

وَبِهَذِهِ تَكُونُ النَّوَافِلُ عِشْرِينَ رَكْعَةً تُضَافُ إلَى الْفَرَائِضِ وَهِيَ سَبْعَ عَشْرَةَ رَكْعَةً فَيَتِمُّ لِمَنْ حَافَظَ عَلَى هَذِهِ النَّوَافِلِ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ سَبْعٌ وَثَلَاثُونَ رَكْعَةً وَثَلَاثُ رَكَعَاتِ الْوِتْرِ تَكُونُ أَرْبَعِينَ رَكْعَةً فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ وَقَالَ ابْنُ الْقَيِّمِ : ثَبَتَ أَنَّهُ { كَانَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَافِظُ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ عَلَى أَرْبَعِينَ رَكْعَةً

Dengan demikian, salat sunnat yang dua puluh raka’at, ditambah dengan salat wajib yang 17 raka’at. Siapa yang membiasakan salat sunnat ini pada siang dan malamnya, berarti telah melaksanakan salat sebanyak 37 raka’at. Sehingga jika ditambah dengan witir tiga raka’at, maka semuanya menjadi 40 raka’at. Dan inilah yang menjdi kebiasaan Nabi SAW. dalam sehari semalamnya. Dan Ibnu Qoyyim telah berkata, telah menjadi ketetapan bahwa Rasulullah SAW terbiasa dengan melaksanakan salat sunnat dalam sehari semalam itu adalah 40 raka’at.

Jika ada pertanyaan apakah salat qobla maghrib ini termasuk salat sunat rawatib atau bukan, maka jawabnya tentu saja bukan. Sebab, mengenai salat sunnat rawatib yang biasa dikerjakan oleh Nabi SAW, ada riwayat menerangkan seperti berikut,

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : حَفِظْت مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ رَكَعَاتٍ : رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِي بَيْتِهِ ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ .مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Ibnu Umar rodiyallohu anhu telah berkata, aku hafal dari kebiasaan Rasululah SAW tentang salat (sunnat) nya yang sepuluh raka’at, yaitu: dua raka’at sebelum dan sesudah dzuhur, dua raka’at sesudah maghrib di rumahnya, dua raka’at sesudah Isya di rumahnya dan dua raka’at sebelum shubuh. (HR. Bukhari-Muslim)

Dari hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa yang termasuk salat sunnat rawatib ialah sebelum dan sesudah dzuhur, sesudah maghrib, sesudah isya dan sebelum shubuh. Dengan demikian, salat sunnat qobla maghrib bukanlah salat sunnat rawatib.

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply