Pesan Ramadhan

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
ilustrasi

ilustrasi

Oleh: Ibnu As-Saubani

Ramadhan telah berlalu. Suasana Idul Fitri telah berganti. Kini kita tengah memasuki bulan Syawal. Bulan yang secara harfiah berarti bulan kenaikan, bulan peningkatan. Tentu saja peningkatan segala kebaikan, seperti yang sering dan biasa dikerjakan pada bulan Ramadhan. Pada bulan Syawal inilah yang merupakan gerbang bagi kita untuk meningkatkan amal ibadah pada bulan-bulan berikutnya.

Tujuan pokok diwajibkannya ibadah Ramadhan bagi orang-orang mukmin adalah untuk membentuk manusia yang bertakwa. Demikianlah yang dijelaskan Allah SWT. dalam firman-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Perlu diketahui, bahwa pengertian takwa seperti yang dimaksud di dalam ayat 183 surat Al-Baqarah di atas bukanlah sebuah gelar sebagaimana kalimat muttaquun dan mukmin atau muslim, bukan suatu panggilan, juga bukan sebuah nama yang disematkan kepada seseorang. Tetapi yang dimaksud takwa di sini ialah konsistensi di dalam melaksanakan ibadah. Hal ini terlihat dari kalimat yang Allah SWT. gunakan dalam ayat tersebut. Kalimat takwa menggunakan bentuk fi’il (pekerjaan) bukan isim (nama). Terlebih yang digunakan ialah kalimat fi’il Mudhori’ yang menunjukkan pekerjaan yang berlangsung saat ini atau akan berlangsung pada masa yang akan datang, pekerjaan yang dilakukan secara terus menerus.

Hal ini memberikan kesimpulan bahwa berhasil atau tidaknya seseorang dalam melaksanakan ibadah Ramadhan (saum) untuk menjadi manusia takwa, tergantung pada kemampuannya untuk mempertahankan dan meningkatkan ibadah yang biasa dilaksanakannya pada bulan Ramadhan. Dengan demikian, keberhasilan menjadi manusia takwa bukan dilihat saat bulan Ramadhan, tetapi akan terlihat dalam kehidupan sehari-hari selama sebelas bulan setelah Ramadhan. Pendek kata, orang yang bertakwa ialah orang yang melaksanakan ibadah secara berkesinambungan, tidak terputus oleh musim, tidak terbatas oleh bulan.

Bulan Ramadhan maupun bukan Ramadhan, ibadah tetap berjalan dengan jumlah yang semakin banyak dan berkualitas. Dan inilah sesungguhnya ibadah yang lebih dihargai Allah dan Rasul-Nya. Yaitu ibadah yang dikerjakan secara terus menerus, berkesinambungan, baik dengan jumlah yang sedikit terlebih jika ibadah itu dilakukan dengan jumlah yang banyak.

Jika setelah Ramadhan kebiasaan seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, gemar bersedekah dan ibadah-ibadah lainnya tetap dijalankan, meninggalkan segala sifat dan sikap yang tercela, maka hal ini menjadi tanda bahwa orang tersebut telah berhasil menjadi manusia takwa. Dan jaminannya adalah akan ditempatkan di surga dengan derajat yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Tetapi sebaliknya, jika setelah Ramadhan kebiasaan-kebiasaan tersebut tidak berlanjut alias berhenti, maka tujuan saum untuk membentuk manusia takwa tidak dapat diraih. Dengan kata lain, orang tersebut telah gagal menjadi manusia yang bertakwa.

Oleh karena itu, agar tujuan saum sebagaimana yang dimaksudkan Allah tercapai, maka berbagai ibadah yang sering kita laksanakan pada bulan Ramadhan harus tetap dijalankan dan dibiasakan, meski bulan Ramadhan telah berlalu. Berlalunya bulan Ramadhan bukan berarti kesempatan untuk menabung pahala hilang. Tetapi justru itulah saatnya untuk membuktikan keberhasilan saum kita dengan tetap memperbanyak ibadah untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya. Harus diketahui bahwa Ramadhan bukanlah puncaknya ibadah. Tetapi Ramadhan hanyalah sebatas media untuk mendidik manusia agar terbiasa mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai amal saleh. Inilah sebabnya mengapa para ulama menamakan Ramadhan sebagai syahrut-tarbiyah; bulan pendidikan.

Pada dasarnya, manusia selalu malas untuk melaksanakan kewajiban dalam bentuk ibadah apapun, tetapi tidak sungkan untuk melakukan sesuatau yang tidak bermanfaat bahkan dosa.  Makan malam hari, salat malam, berbagi harta, menahan lapar dan haus, menahan hawa nafsu untuk tidak marah dan tidak melakukan berbagai perbuatan tercela, semuanya adalah pekerjaan yang sulit dilakukan seseorang. Tetapi melalui saum di bulan Ramadhan, segala sesuatu yang terasa sulit tersebut secara perlahan dapat dilaksanakan, meski terkadang berangkat dari keterpaksaan. Tetapi inilah yang disebut pendidikan. Membiasakan sesuatu yang tidak biasa. Mengubah sesuatu yang tidak bisa menjadi bisa.

Bagi sebagian orang, salat malam adalah hal yang sangat sulit dilakukan. Tetapi di bulan Ramadhan, kesulitan tersebut dipermudah sehingga sebagian besar orang mampu melaksanakannya. Berbagi harta dengan orang lain yang membutuhkan  adalah hal yang sangat berat. Tetapi di bulan Ramadhan mengeluarkan sedekah menjadi kebiasaan yang menyenangkan. Semua ini dapat dilakukan karena tertarik dengan keistimewan Ramadhan yang merupakan saat dilipat-gandakannya pahala.  Karena dorongan inilah kemudian yang semula tidak pernah salat malam menjadi biasa, semula kikir menjadi dermawan, semula pemalas menjadi rajin, semula salat dilaksanakan selalu sendirian menjadi berjama’ah dan seterusnya. Semua ini dapat dijalankan salah satunya karena bulan Ramadhan. Sehingga sangat tepat jika Ramadhan dikatakan sebagai bulan yang penuh berkah, salah satunya karena memberikan dorongan bagi orang mukmin untuk memperbanyak ibadah.

Dengan demikian, bulan Ramadhan pada hakikatnya ialah sebuah lembaga pendidikan yang langsung dipimpin oleh Allah SWT. untuk mendidik manusia agar menjadi manusia pilihan, manusia yang mulia di hadapan Allah SWT. dan terpuji di hadapan sesama manusia.

Kini pertanyaannya adalah, apakah kita termasuk orang yang berhasil mencapai tujuan saum atau tidak? Apakah kita berhasil menjadi manusia yang bertakwa?   Jawabannya hanya ada pada diri kita sendiri dan hal ini sangat tergantung  pada bulan-bulan berikutnya setelah Ramadhan. Pada waktu itulah akan terukur berhasil atau tidaknya ibadah saum  yang kita laksanakan selama satu bulan. Semoga Allah SWT. menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang bertakwa. Amiin

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply