Perjalanan Spiritual Jin (Bagian ke-1)

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
ilustrasi

ilustrasi

Oleh: Ibnu As-Saubani

Suatu kali, pada malam hari Rasulullah SAW tengah berjalan di kota Makkah menuju pasar ‘Ukadz. Memasuki waktu shubuh, beserta para sahabat beliau singgah di sebuah Masjid untuk melaksanakan shalat fardu dua raka’at.

Di tempat lain, pada saat yang bersamaan, sekelompok jin tengah beroperasi, melaksanakan tugasnya untuk mencuri rahasia langit, mencari bocoran takdir yang dibicarakan oleh para malaikat. Namun malam itu, nasib baik sedang tidak berpihak kepada mereka. Tak ada satu pun dari mereka yang berhasil memperoleh bocoran informasi penting yang terkait dengan masa depan kehidupan di jagad raya. Hingga penghujung malam, mereka masih tidak berhasil memperoleh apa yang mereka cari. Sampai tiba waktunya bagi mereka berkumpul untuk mengevaluasi hasil kerja selama semalam suntuk. Setelah mendapat laporan yang tidak menggembirakan, dedengkot mereka bangsa jin mengemukakan kekecewaannya, lalu berujar, “Tidak mungkin usaha kalian malam ini sia-sia tanpa hasil sedikit pun, kecuali ada penyebabnya. Pasti ini ada penyebabnya. Pasti ada sesuatu yang menghalangi kita. Oleh karena itu, sekarang menyebarlah kalian, dan cari apa penyebab hal ini!”

Mendengar perintah dari pemimpinnya itu, bangsa jin kembali berpencar untuk melaksanakan tugasnya. Namun kali ini tugasnya bukan mencari bocoran rahasia langit, melainkan untuk mencari penyebab kegagalan mereka memperoleh bocoran informasi itu. Menurut pemimpinnya, ada sesuatu yang menghalangi mereka untuk mencuri rahasia langit. Sesuatu itu, harus segera ditemukan, harus segera diketahui.

Lalu berpencarlah mereka secara berkelompok. Ada yang menuju ke arah barat, ke timur, selatan, utara, dan seluruh penjuru jazirah Arab, atau bahkan ke seluruh penjuru dunia. Mereka menyisir seluruh tempat yang disinyalir terdapat sesuatu yang menjadi penyebab seperti yang disebutkan pemimpinnya. Usaha mereka tidak sia-sia. Sekelompok jin dari mereka tiba di dekat pasar ‘Ukadz, tepat di Masjid yang disinggahi Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Begitu mereka tiba di tempat itu, mereka mendapati  Rasulullah beserta para sahabat tengah melaksanakan shalat shubuh. Tanpa disengaja, bacaan Al-Qur’an yang diperdengarkan Rasulullah ketika mengimami shalat, terdengar oleh sekelompok jin tersebut. Rupanya, inilah yang menyebabkan mereka gagal mencuri rahasia langit. Apa yang dilakukan Rasul beserta para sahabatnya, menjadi penghalang aktivitas bangsa jin malam itu.

Ketika mendengar bacaan Al-Qur’an itu, mereka memperhatikannya dengan seksama, mendengarkannya dengan penuh perhatian. Memperhatikan susunan kalimatnya, mendengarkan kandungan dari bacaan itu, mereka mendapati keindahan yang sangat mengagumkan. Keindahan kalimat-kalimat ‘puisi’ yang tidak pernah mereka dengar sebelumnya. Keapikan kosa kata yang digunakan dalam bacaan itu. Tingginya nilai pesan-pesan yang disampaikan, membuat mereka berdecak kagum. Kagum akan keindahan sebuah bacaan yang baru kali ini mereka dengar. Meski sebelumnya mereka sering mendengar bahkan akrab dengan berbagai seni puisi dan sya’ir, namun kalah jauh jika dibandingkan dengan bacaan yang baru saja mereka dengar di Masjid itu.

Kekaguman sekelompok jin terhadap bacaan itu tidak terputus dan berhenti di sana. Ketertarikannya terhadap keindahan bacaan yang mereka dengar, mengantarkan mereka menyatakan keimanan terhadap bacaan yang belakangan diketahui bernama Al-Qur’an. Mereka pun menyatakan diri masuk Islam, mengikuti ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

Tidak berhenti sampai di situ. Setelah mengikrarkan diri sebagai muslim, dengan tegas sekelompok jin itu menyatakan sikap. Pernyataan sikap mereka adalah: mereka tidak akan pernah menyekutukan Allah SWT. sebagai satu-satunya Tuhan, dengan apapun juga. Setelah menyampaikan pernyataan sikap, kemudian sekelompok jin tersebut mengungkap beberapa fakta mengenai jin, dan hubungan mereka dengan sebagian manusia.

Apa yang diuraikan di atas, mengenai perjalanan spiritual sekelompok jin, merupakan latar belakang historis (asbabun nuzul) mengenai turunnya surat Al-Jin. Sebuah surat yang terdapat dalam Al-Qur’an, menempati urutan ke-72 dalam susunan mushaf. Sesuai dengan namanya, Al-Jin, surat yang terdiri dari 28 ayat ini secara fokus sedang membicarakan Jin. Surat dimaksud, diawali dengan ayat sebagai berikut,

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآَنًا عَجَبًا

“Katakanlah hai Muhammad: “Telah diwahyukan kepadaku bahwasannya sekelompok jin telah mendengarkan (Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengar bacaan yang menakjubkan.”

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply