Perjalanan Spiritual Jin (Bag. 2)

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
ilustrasi

ilustrasi

Oleh: Ibnu As-Saubani

persisalamin – Dari tinjauan bahasa, jin merupakan kalimat yang terbentuk dari dua huruf jim dan nun, yang memiliki arti menutup atau tertutup. Dari akar kata yang sama, jim dan nun, ditemukan beberapa kalimat yang hampir sama, meskipun dengan maksud yang berbeda. Dalam bahasa arab, surga disebut dengan istilah jannah. Melihat akar katanya yang tersusun dari jim dan nun, jannah adalah suatu tempat yang tertutup. Tertutup dari kedua mata sehingga tidak dapat dilihat. Tertutup dari kedua telinga sehingga tidak dapat didengar. Tertutup dari pengecap rasa sehingga tidak dapat dirasakan. Tertutup dari hati sehingga tidak terbersit. Itulah sifat surga, sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya.  Semuanya serba tertutup, karena surga merupakan diantara yang ghaib.

Orang gila, dalam bahasa arab disebut majnun. Melihat akar katanya yang tersusun dari jim dan nun, majnun adalah orang yang tertutup. Tertutup akalnya sehingga tidak dapat difungsikan untuk berpikir. Tertutup hatinya sehingga tidak dapat menerima kebenaran. Orang yang majnun, tidak akan dapat diajak berkomunikasi dengan baik, dengan bahasa apapun, baik dengan bahasa lisan, maupun dengan perbuatan. Karenanya, orang yang menutup hatinya sehingga tidak mau menerima kebenaran Islam, tidak mau menerima nasehat dari orang lain untuk kebenaran, sehingga watak buruknya tidak berubah, maka orang itu termasuk majnun, termasuk orang gila.

Orang yang menutup matanya, tidak melihat kesusahan orang-orang yang lemah, sehingga tidak bersedekah, tidak mengeluarkan zakat, maka orang itu termasuk majnun, termasuk orang gila. Orang yang menutup matanya tidak memperhatikan tanda-tanda kebesaran Allah, tidak mau membaca  Al-Qur’an sebagai firman-Nya, tidak melaksanakan ajarannya, maka orang itu termasuk majnun, termasuk orang gila. Orang yang mendengar adzan, tetapi tak kunjung juga mendirikan shalat, berarti telinga dan hati orang itu tertutup, tidak mendengar panggilan Allah. Maka, orang itu termasuk majnun.

Jin termasuk makhluk yang ghaib. Karena ghaib, maka mereka tidak dapat dilihat denga kasat mata. Sehingga, merupakan kebohongan besar jika ada orang yang mengkalim dapat melihat jin dalam wujud aslinya. Bahkan, Imam Syafi’i rahimahullooh mengatakan bahwa, siapa saja orang yang mengaku dapat melihat jin, maka syahadat orang itu telah gugur. Artinya, seseorang yang mengaku dapat melihat jin dalam wujud aslinya, maka orang tersebut telah murtad.

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply