Muktamar Harus Hasilkan Pemimpin yang Mampu Lahirkan Sosok A. Hassan

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
Muktamar Persis

Muktamar Persis

persisalamin – Kepergian para ulama senior Persis meninggalkan kesedihan yang cukup mendalam. Di tengah kehausan umat akan sentuhan Islam, satu persatu ulama senior Persis berpulang memenuhi undangan-Nya. Dalam lima tahun terakhir saja, sedikitnya sudah tiga ulama senior Persis meninggal. Nama-nama seperti Ikin Shodikin, Usman Salehuddin, dan Akhyar Syuhada sulit dilupakan dalam memori umat Islam, terlebih bagi warga Persis. Ketiganya berpulang dalam kurun waktu yang relatif singkat. Belum lagi jika melihat jauh ke belakang, nama-nama seperti Siddiq Amien, Entang Muchtar, A. Ghazali, atau lebih jauh lagi E. Abdurrahman, akan menimbulkan kerinduan yang teramat hebat, rindu akan hadirnya sosok-sosok yang menjadi pelita bagi umat. Terlebih jika menyebut nama A. Hassan, sosok kharismatik yang sampai saat ini belum ada penggantinya, terutama di lingkungan jam’iyah Persis.

Melahirkan sosok ulama sekelas yang disebutkan itu, bukanlah pekerjaan mudah. Untuk mewujudkannya dibutuhkan keuletan, kerja keras, kesungguhan, dan yang paling mendasar adalah kecintaan terhadap Islam; kecintaan terhadap Allah dan rasul-Nya. Kecintaan terhadap Allah dan rasul-Nya akan menggerakkan seluruh energi dan potensi yang ada untuk melahirkan sosok-sosok yang dirindukan itu.

Bagi Persis, Muktamar ke-15 yang akan digelar November mendatang menjadi momentum yang tepat untuk kembali merumuskan strategi dakwah jam’iyah, salah satunya memproduksi para ulama. Bagi Persis, keberadaan ulama menjadi urat nadi jam’iyah. Tanpa ulama, apalah arti hadirnya Persis. Persis sama sekali tak bernyali, seandainya tidak dihuni para ulama. Persis ibarat macan ompong, seandainya senyap dari suara ulama. Karenanya, menghadirkan kembali para ulama berkapasitas -paling tidak mendekati- A. Hassan adalah hal yang mutlak dilakukan Persis.

Peran A. Hassan di jam’iyah Persis sangat strategis. Dan, seperti sering ditulis, A. Hassan lah yang mampu melambungkan nama Persatuan Islam. Itu, bukan karena nama A. Hassan yang bagus, tetapi karena isi yang ada dalam A. Hassan mampu menyedot perhatian dunia Islam. Karena A. Hassan, atheis menangis. Karena A. Hassan, wajah Ahmadiyah memerah. Karena A. Hassan pula, Indonesia merdeka.

Adalah hal yang menggembirakan, beberapa kader Persis tengah memulai ikhtiar untuk melahirkan para ulama. Meski, hingga saat ini ikhtiar tersebut masih sangat terbatas, karena terbentur banyak hal, dua diantaranya adalah sumber daya manusia (SDM) dan finansial. Hal yang sangat pantas, jika pemimpin Persis ke depan memikirkan dan memerhatikan ikhtiar yang tengah dibangun oleh kader Persis tersebut, sehingga dapat memperoleh hasil yang maksimal. Dalam hal ini, peran pemimpin Persis sangat dibutuhkan, terutama untuk mendorong gerak ikhtiar melahirkan para ulama agar progressif dan massif.

Dalam posisi seperti itu, Persis membutuhkan pemimpin yang visioner, pemimpin yang mampu dan mau melihat jauh ke depan, pemimpin yang cinta perubahan pada perbaikan, pemimpin yang mampu melahirkan tokoh-tokoh bangsa, tokoh-tokoh yang gigih membela kemurnian Islam, tokoh-tokoh yang dapat mengundang decak kagum dunia, kagum akan hebat dan indahnya Islam.

Muktamar Persis mendatang, harus betul-betul dimanfaatkan untuk memilih pemimpin yang hebat, pemimpin yang  mampu melahirkan para ulama, pemimpin yang mampu melahirkan sosok-sosok A. Hassan. Bagaimana, Anda tertarik untuk melahirkan sososk A. Hassan? Atau Anda siap menjadi sosok A. Hassan?

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply