Menebak Langkah Polri

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
Polri

Polri

persisalamin – Teori umum mengatakan bahwa kebijakan negara sangat dipengaruhi oleh kepentingan politik pemangku kekuasaan. Baik hukum, ekonomi, pendidikan, termasuk politik itu sendiri sangat dipengaruhi oleh kepentingan politik penguasa. Demikian halnya dengan penegakkan hukum di Indonesia, tidak dapat melepaskan diri dari kepentingan politik rezim Jokowi yang saat ini mengendalikan negara.

Kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda ada penindakan. Meski jutaan umat Islam Indonesia di berbagai daerah telah menyampaikan tuntutannya agar Polri segera menindak Ahok, namun Polri baru sebatas mengumbar janji akan memprosesnya.

Lambannya penanganan kasus penistaan Al-Qur’an oleh Ahok sebenarnya mudah dimengerti. Mengingat posisi Ahok saat ini sebagai dutapartai penguasa, PDIP. Meski bukan kader partai besutan Megawati, namun Ahok telah resmi diusung sebagai cagub pada Pilgub DKI mendatang. Terlepas benar atau tidaknya rumor yang menyebut Megawati ‘dipaksa’ mencalonkan Ahok dengan mahar yang mencapai triliunan rupiah, Ahok telah menjadi bagian dari keluarga PDIP. Dan karenanya, Ahok juga telah menjadi bagian dari keluarga istana.

Lumrah di Indonesia, sebesar apapun pelanggaran hukum yang dilakukan anggota keluarga istana, amat jarang yang bersangkutan tersentuh hukum. Apalagi Ahok, posisinya sebagai gubernur ibu kota, juga kembali maju pada Pilgub mendatang, diusung keluarga istana, menyebabkan hukum amat sulit menyentuh sang gubernur. Belum lagi becking media hitam yang sangat kuat, menyebabkan Ahok semakin merasa berada dalam lingakaran yang nyaman.

Sebagai institusi penegak hukum, Polri bertanggungjawab untuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat apapun perkaranya, siapapun pelapornya, dan siapapun yang terlapor. Namun, karena Polri pun sama-sama bagian dari keluarga istana, sulit baginya untuk menaikkan berkas laporan ke tahap berikutnya. Padahal, laporan dengan kasus serupa tak hanya satu, tetapi telah disampaikan sejumlah pihak, baik perseorangan maupun lembaga. Bahkan laporan telah resmi disampaikan lembaga tertinggi umat Islam Indonesia; Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kapolri Tito Karnavian, dipastikan tengah berada pada posisi yang sangat sulit. Di satu sisi dia harus menjalankan tugasnya secara profesional, tetapi di sisi lain tekanan istana sangat kuat. Lalu apa yang bakal dilakukan Tito Karnavian menghadapi kasus tersebut?

Wakil Ketua Umum Persis, JJ. Zaenudin mengatakan, dibanding para Kapolri pendahulunya, Tito adalah sosok yang lebih dekat dengan tokoh-tokoh ormas Islam. Sehingga, harapnya, setiap langkah yang bakal diambilnya juga mempertimbangkan aspirasi umat Islam.

“Beliau dekat dengan tokoh-tokoh ormas Islam, termasuk dengan Persis. Beliau juga dekat dengan Prof. Dadan (Dadan Wildan Anas, red). In syaa Allah beliau bisa menjalankan tugasnya dengan baik, bisa mendengar aspirasi tokoh-tokoh itu, aspirasi umat Islam,” ujar Zaenudin saat berbincang dengan persisalamin.com.

Kini, Tito benar-benar dalam posisi dilematis; antara manut kepada majikan, atau taat kepada hukum dan menjalankan wejangan para ulama. Bagaimanapun, hukum harus tetap ditegakkan secara adil, dan wejangan para ulama kepadanya adalah jalan untuk keselamatan yang harus ditempuhya.

Jika boleh menebak langkah Polri, maka Tito saat ini sesungguhnya tengah menantikan dukungan moril agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar. Karenanya, dukungan umat Islam kepada Polri harus terus diberikan dengan aksi beragam. Dan, umat Islam tidak boleh berhenti untuk terus mendorong agar Ahok segera diadili.

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply