Memilih Sekolah yang Tepat

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
ilustrasi

ilustrasi

persisalamin – Sejak dilahirkan hingga dewasa, perkembangan anak sangat bergantung dan menjadi tanggung jawab kedua orang tuanya. Apakah anak menjadi manusia yang berbakti pada orang tua dan agama atau tidak, semuanya tergantung pada bagaimana orang tua memperlakukan dan mengarahkan pendidikan anak ke arah itu. Dalam hal ini, pendidikan menjadi faktor yang sangat menentukan perkembangan anak dimaksud.

Memerhatikan perkembangan anak-anak dewasa ini memang cukup memprihatinkan. Pergaulan yang bebas, arus informasi yang semakin tak terkendali, kecangggihan teknologi yang memutus kendali, sering menjadi faktor munculnya perilkau tak terpuji pada diri remaja. Remaja dengan segala potensinya yang ada, ternyata telah terpengaruh dengan budaya-budaya impor yang berasal dari Barat yang bertentangan dengan budaya Timur seperti Indonesia yang sangat menjunjung nilai-nilai moral dan agama.

Kondisi remaja yang demikian tentu disebabkan banyak faktor, antara lain keluarga yang tidak harmonis, perhatian orang tua yang minim, lingkungan yang tidak kondusif, dan pendidikan yang diperoleh. Pendidikan menjadi faktor yang sangat penting dalam memengaruhi perkembangan dan sikap anak. Bagaimanapun, harus diakui bahwa kondisi anak-anak yang perilakunya demikian parah merupakan hasil pendidikan yang tidak optimal. Dalam hal ini, pendidikan yang diterima anak terbatas pada pendidikan kognitif saja, pendidikan yang hanya mengedepankan kecerdasan otak.

Menjejali otak dengan berbagai pengetahuan adalah sesuatu yang sangat baik. Akan tetapi hal itu jangan menyebabkan orang tua lupa untuk mendidik moral anak. Dengan bahasa yang sederhana, pendidikan yang diberikan kepada anak jangan terbatas pada pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi semata, tetapi yang tak kalah dan lebih penting bagi anak ialah pendidikan moral; yaitu pendidikan yang dapat menempatkan manusia sebagai manusia. Hal ini bertujuan agar anak mengenal dan mengetahui etika sebagai seorang anak ketika di rumah, mengetahui etika sebagai seorang murid ketika di hadapan gurunya, dan memahami etika sebagai manusia di hadapan masyarakat.

Memerhatikan pendidikan anak bukan hanya sekedar memerhatikan nilai raport yang didapat dan jenjang pendidikan yang dijalani. Tetapi yang lebih penting juga memperhatikan jenis pendidikan yang diikuti anak. Menilai pendidikan anak, bukan hanya dilihat dari kecerdasan intelektual semata, tetapi yang lebih penting ialah sikap yang dimiliki anak. Dalam Islam, selain harus memiliki kecerdasan intelektual, sikap atau akhlak yang dimiliki anak menjadi ukuran keberhasilan seseorang dalam mendidik anak. Dan itulah sebenarnya pendidikan yang ditekankan Islam. Yaitu pendidikan yang bertujuan membentuk manusia-manusia yang memiliki budi pekerti yang tinggi. Selain mengmbangkan kecerdasan intelektual, pendidikan yang diberikan kepada anak harus meliputi tiga hal; yaitu kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan sosial.

Pendidikan yang mengedapankan kecerdasan emosional dapat diartikan sebagai pendidikan yang diterima anak adalah pendidikan yang mengajarkan bagaimana mengendalikan diri, bagaimana menempatkan potensi keberanian untuk melakukan amar ma’ruf dan nahyi munkar, bagaimana mencintai Islam sebagai agama yang harus dipelihara dan dilaksanakan.

Sementara kecerdasan spiritual dapat diartikan bahwa pendidikan yang didapatkan anak harus menjadi dorongan agar anak semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai Tuhan dan Tuannya, dengan cara memperbanyak ibadah dan amalan yang diperintahkan Allah dan telah dicontohkan oleh Rasul-Nya.

Sedangkan kecerdasan sosial dapat diejawantahkan dengan peka sosial, konsep kal-bunyaanun marshush: seperti sebuah bangunan, innamal-mukminuuna ikhwatun: semua orang mukmin itu bersaudara, menjadi dasar untuk peka sosial, simpati dan berempati kepada sesama muslim yang nasibnya kurang beruntung dalam berbagai hal, kemudian ditindaklanjuti dengan memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Kini pertanyaannya adalah, model pendidikan seperti apa yang harus diberikan kepada anak? Agak sulit memang untuk mengarahkan anak pada pendidikan yang memuat keempat kecerdasan itu. Akan tetapi, konsep pendidikan Islam yang hari ini terwujud dalam berbagai model bisa dijadikan sebagai alternatif bagi pendidikan anak. Model pendidikan pesantren, madrasah, sekolah Islam terpadu dan berbagai bentuk pesantren modern menjadi pilihan yang tepat bagi pendidikan anak agar menjadi anak yang jauh dari tindakan-tindakan yang dapat merusak nama baik anak dan keluarga sendiri serta nama baik Islam.

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply