Mana Duluan , Iman atau Islam?

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
ilustrasi

ilustrasi

persisalamin – Iman dan Islam adalah dua istilah yang melekat pada diri seorang muslim, atau istilah lainnya umat Islam. Baik iman maupun Islam, keduanya sering disebut dalam Al-Qur’an. Begitupun Rasulullah SAW sebagaimana tercermin dari hadisnya, sering menggunakan kedua istilah tersebut meski terkadang dalam konteks yang berbeda.

Iman berarti yakin, percaya, dalam hal ini meyakini bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Nabi serta rasul-Nya. Di samping Allah dan rasul-Nya, terdapat banyak hal yang juga harus diyakini, antara lain malaikat, kitab, hari kiamat, kada dan kadar, surga dan neraka, alam barzakh, dan lain sebagainya. Jika seseorang sudah meyakini betul terhadap hal itu, maka orang itu disebut mukmin, yang secara bahasa bermakna orang beriman.

Sedangkan Islam berarti berserah diri, dalam hal ini menyerahkan secara total segala ketentuan hidup kepada Allah dan rasul-Nya. Orang yang sudah menyatakan berserah diri kepada Allah disebut muslim, yang secara bahasa bermakna orang yang berserah diri.

Menurut janji Allah dan rasul-Nya, siapapun yang berserah diri kepada Allah dan rasul-Nya dalam arti masuk Islam, orang itu dipastikan memperoleh keselamatan termasuk di akhirat. Ujungnya, orang itu dipastikan bakal mendapat kesejahateraan dan tidak akan mendapati kekurangan sedikitpun.

Terkait dengan Iman dan Islam, sering terlontar pertanyaan, mana yang harus didahulukan, Iman dulu atau Islam dulu? Pertanyaan ini muncul terutama di kalangan orang-orang yang gemar berdiskusi, orang-orang yang masih dalam proses mencari kebenaran termasuk non muslim.

Sementara orang berkeyakinan, bahwa sebelum memutuskan untuk pindah keyakinan untuk menjadi seorang muslim, harus terlebih dahulu yakin dengan agama dan ajaran Islam. Jika sudah yakin betul terhadap kebenaran Islam, maka selanjutnya adalah bersyadahat, berikrar menjadi seorang muslim, menjadi bagian dari umat Islam.

Keyakinan tersebut pernah muncul pada masa Nabi SAW di kalangan orang-orang Arab. Allah SWT mengabadikan diskusi masalah itu dalam Qur’an surah Al-Hujurat ayat 14 yang artinya sebagai berikut;

Orang-orang Arab Badu itu berkata: Kami telah beriman.” Katakanlah: kamu belum beriman, tapi katakanlah: Kami telah menjadi muslim. Karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu. Dan jika kamu taat kepada Allah dan rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu.

Ayat tersebut cukup menjadi jawaban bagi pertanyaan tentang iman dan Islam. Bahwa bagaimanapun, menjadi muslim harus lebih didahulukan, meski keyakinan belum sepenuhnya menghujam.  Ini mnegisyaratkan, terutama bagi orang-orang yang masih nyaman dalam kekafiran, agar segera masuk Islam, meski belum benar-benar yakin terhadap ajaran Islam. Sebab, kata Allah, meski belum yakin hal itu tidak akan mengurangi pahala dari kebaikan yang dilakukan. Maka, hai orang-orang kafir, bersegaralah menjadi muslim.

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply