Ketika Bayi tak Lagi Dapat ASI

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
ilustrasi

ilustrasi

persisalamin – Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia atau AIMI, Mia Susanto mengeluhkan paradigma masyarakat saat ini sudah mengalami perubahaan yaitu dari breast feeding society menjadi bottle feeding society.

“Sudah sekian dekade masyarakat Indonesia sudah berubah dari breast feeding society (menyusui ASI) menjadi bottle feeding society  (susu botol/susu formula),” tuturnya, Bandung, belum lama ini.

Hal ini jelas Mia Susanto, akibat dari masifnya impuls iklan, seminar hingga sosialisasi susu formula di tengah-tengah masyarakat  Indonesia  yang pada akhirnya mendorong ibu-ibu untuk lebih memilih susu formula dibandingkan dengan menyusui ASI.

“Hal ini ditambah dengan kemudahan akses mendapatkan susu formula dimana saja dan kapan saja. Kita tinggal pergi ke mini market atau warung sudah tersedia banyak jenis susu formula,”jelasnya.

Sehingga, hal ini secara otomatis mengubah paradigma masyarakat Indonesia yang awalnya dari yang breast feeding society (menyusui ASI) menjadi bottle feeding society  (susu botol/susu formula).

Maka, ada kecenderungan pandangan aneh dari kebanyakan masyarakat yang menganut bottle feeding society  (susu botol/susu formula) kepada sebagian masyarakat yang masih mempertahankan breast feeding society (menyusui ASI) untuk bayinya.

“Sering kita jumpai orang-orang yang menganggap aneh ibu-ibu yang sedang menyusui bayinya seperti di kafe yang tidak menyediakan ruang menyusui. Padahal menyusui ASI untuk anak merupakan hal yang normal dan dianjurkan,” katanya.

Coba bandingkan tambah Mia Susanto, zaman nenek moyang Kita dahulu saat anaknya menangis meminta ASI. Mereka langsung saja memberikan ASI dan sangat anti terhadap suus formula.

“Pasalnya, ASI jelas sangat lebih kaya akan manfaaat dari berbagai vitamin, mineral sekalipun,” tambahnya.

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply