Jangan Minta Jabatan

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
ilustrasi

ilustrasi

persisalamin – Jabatan dalam berbagai jenjang memiliki daya tarik yang kuat. Terlebih jika itu adalah jabatan strategis, maka akan banyak orang yang berharap dapat mendudukinya. Presiden, menteri, kapolri, panglima TNI, gubernur, sampai tingkat paling rendah sekalipun adalah jabatan yang menjadi incaran banyak orang. Sehingga orang-orang berlomba mendapatkan jabatan tersebut.

Dalam Islam, sejatinya jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Jabatan harus dipertanggungjawabkan di hadapan manusia. Jabatan yang diemban harus memberikan manfaat bagi manusia; memberikan rasa adil, tenang, aman, nyaman, dan bahagia.

Selain di hadapan manusia, jabatan juga akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada orang-orang yang saat di dunia diamanahi jabatan. Apakah jabatan tersebut digunakan sesuai dengan fungsinya, atau sebaliknya. Semua akan ada perhitungannya.

Karenanya, jabatan apapun yang diemban, tidak boleh sekali-kali diabaikan apalagi disalahgunakan.

Penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadi dan kelompok, terlebih sampai merugikan orang lain, pasti akan berbuah kehancuran. Bukan hanya hukuman Allah di akhirat, tapi hukuman dari manusia pun pasti akan didapat.

Penyalahgunaan jabatan yang dilakukan orang karena banyak faktor, dua diantaranya adalah kerakusan dan kebodohan. Keduanya akan menyebabkan kerusakan dan kehancuran yang merugikan orang lain.

Islam mengajarkan umatnya agar berhati-hati dengan jabatan. Hal itu karena begitu beratnya beban yang terkandung di dalam jabatan. Rupanya karena hal itu pula Rasulullah SAW tidak sembarang memberikan jabatan kepada para sahabatnya.

Imam Bukhari dalam Sahihnya mencantumkan sebuah riwayat terkait dengan jabatan, sebagaimana hadis berikut.

“Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta kepemimpinan. Karena jika engkau diberi tanpa memintanya niscaya engkau akan ditolong oleh Allah dengan diberi taufik kepada kebenaran. Namun jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu pasti akan dibebankan kepadamu (tidak ditolong).”

Jabatan sebagai pemimpin bukan beban yang ringan. Menjalankannya diantara dua pilihan; ditolong Allah atau dibiarkan dalam kezaliman.

Orang yang memperoleh jabatan karena meminta, terlebih dengan cara yang curang, pasti akan menimbulkan kerusakan dan kehancuran. Karenanya, jangan sekali-kali meminta jabatan, apalagi sebagai pemimpin untuk urusan yang besar.

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply