Jangan Korbankan Qurbanmu!

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
ilustrasi

ilustrasi

Oleh: Ibnu As-Saubani

persisalamin – Idul Qurban merupakan hari yang sangat istimewa. Hari yang sangat dinanti oleh umat Islam, tak terkecuali kaum du’afa  yang  merupakan mayoritas dari seluruh umat Islam yang ada di dunia.  Idul Qurban atau sering juga disebut Idul Adha adalah salah satu hari besar  bagi umat Islam, selain Idul Fitri dan hari Jum’at. Karena termasuk hari besar, maka Idul Qurban merupakan hari yang sangat berharga dan bermakna bagi kaum muslimin, baik bagi kaum aghniya terlebih bagi kaum du’afa. Bagi kaum aghniya  (hartawan), Idul Qurban merupakan saat yang tepat untuk berbagi dengan kaum du’afa, terutama berbagi pangan yang bernilai tinggi, yaitu daging qurban yang sangat jarang dinikmati oleh mereka.  Sementara bagi kaum du’afa, Idul Qurban sangat berharga, karena pada saat itulah mereka akan mendapatkan jatah untuk turut  merasakan nikmatnya daging qurban, yang bagi mereka adalah sesuatu yang sangat mahal untuk mendapatkannya.  Pada Idul Qurban inilah sesuatu yang mahal tersebut dapat dinikmati oleh kaum du’afa melalui uluran tangan kaum hartawan.

Secara sederhana, qurban dapat diartikan dengan istilah dekat. Yang dimaksud ialah kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT., Tuhannya. Kalimat turunannya yang sering terdengar diantaranya ialah taqorrub, yang sering diartikan mendekatkan dir. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan, bahwa hakikat dari ibadah qurban ialah upaya seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. dengan melaksanakan penyembelihan hewan qurban sebagaimana yang telah disyari’atkan melalui Khalillullah, Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail alaihimassalaam.

Menarik untuk direnungkan kembali, peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim yang rela dan bersedia untuk menyembelih putranya untuk memenuhi perintah Allah SWT. Bahwa pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim as. adalah murni sebagai persembahan kepada Allah SWT. yang tidak diiringi dengan keinginan atau permintaan apapun selain keridaan Allah SWT.

Persembahan yang murni berarti ibadah qurban yang dipersembahkan kepada Allah SWT tidak diiringi dengan kepentingan pribadi yang bersifat materi. Artinya, ketika seseorang telah berniat untuk berqurban, maka orang tersebut tidak boleh mengaharapkan apapun (termasuk daging qurban) selain hanya mengharap keridhoan Allah SWT. semata. Seseorang yang berqurban memang berhak untuk mendapatkan atau mengambil daging qurban, tetapi hal itu jangan dijadikan prioritas. Sebab, ketika orang tersebut telah berikrar untuk  berqurban, maka yang dikurbankannya itu sudah bukan miliknya lagi, melainkan sudah menjadi hak Allah SWT. untuk kemudian disalurkan kepada yang berhak menerimanya. Sehingga tidak pada tempatnya jika orang yang berqurban meminta bagian, apalagi permintaan tersebut di luar kewajaran.

Intinya, ibadah qurban yang dilakukan harus murni, dan terlepas dari kepentingan pribadi, meski hanya sebatas permintaan jatah daging qurban sekalipun. Jika seseorang menitipkan qurban-nya tersebut kepada panitia qurban, maka serahkanlah segalanya kepada panitia itu. Biarkanlah mereka yang mengelola qurban tersebut dari awal sampai akhir. Ada atau tidak ada jatah daging bagi yang berqurban, semuanya terserah kebijakan panitia yang lebih tahu dan profesional dalam pengelolaan qurban. Orang yang berqurban hanya tinggal menunggu laporan dari panitia, seputar pelaksanaan qurban tersebut. Lebih jauhnya, orang yang berqurban hanya tinggal menanti pahala yang akan diberikan Allah SWT. Jika yang berqurban mendpat bagian/jatah daging qurban, maka itu adalah hak yang berqurban yang boleh diambil. Tetapi jika tidak mendapat jatah daging qurban, tidak ada hak untuk mempertanyakan atau meminta jatah daging qurban tersebut. Sebab, sekali lagi, daging qurban tersebut bukan lagi miilk orang yang berqurban, melainkan sudah menjadi milik Allah SWT dan orang yang lebih berhak untuk menerimanya.

Itulah hakikat qurban, usaha seseorang, dalam hal ini usaha orang yang berqurban untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Qurban tidak hanya sebatas menyerahkan sejumlah uang atau hewan qurban untuk diqurbankan dan dibagikan. Tetapi lebih jauh dari itu, qurban merupakan bentuk ketaatan seseorang pada perintah Allah SWT dan sunah para Rasul-Nya.  Karena merupakan bagian dari ibadah, maka jangan sampai ibadah tersebut dikotori hanya karena persoalan yang tidak seberapa, namun akibatnya dapat membatalkan nilai ibadah qurban itu.  Untuk itulah agar ibadah qurban yang dilaksanakan benar-benar diterima sebagai ibadah (nusuk) , maka yang pertama harus diketahui adalah hakikat qurban itu sendiri. Sebagaimana yang telah diuraikan di atas, bahwa qurban dilaksanakan adalah sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

Setelah itu, harus lebih dipahami bahwa tujuan qurban tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka setelah dekat dengan Allah SWT,  harus tetap dipertahankan kedekatan tersebut dengan tidak melakukan perbuatan-pebuatan yang dapat merenggangkan kembali jarak antara yang berqurban dengan Allah SWT. Pendeknya, setelah dekat dengan Allah SWT bahkan merasa selalu dalam pengawasan-Nya, jangan sampai melakukan hal-hal yang dapat menjauhkan kedekatan dengan Allah SWT. yang sudah dicapai melalui ibadah qurban. Hal tersebut dapat tercapai antara lain dengan tetap menjaga keikhlasan dan selalu meninggalkan kemaksiatan dalam bentuk apapun, baik kemaksiatan yang sangat kecil, apalagi kemaksiatan yang besar.

Berbahagialah bagi orang yang telah mampu dan melaksanakan ibadah qurban. Allah SWT. dan Rasul-Nya telah menjanjikan bagi mereka yang berqurban akan mendapatkan tempat yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Orang yang melaksanakan ibadah qurban, berarti ia telah menyempurnakan ibadahnya kepada Allah SWT., dan terbebas dari ancaman Rasulullah yang tidak mau mengakui sebagai umatnya, kepada orang yang mampu berqurban tetapi tidak melaksanakannya. Sebab, Rasululah sangat membenci dan tidak mau mengakui seseorang sebagai umatnya, apabila orang tersebut tidak melaksanakan qurban, padahal mampu untuk melaksnakanya.

Jika pada tahun ini kita belum mampu melaksanakan qurban, maka berdo’alah kepada Allah SWT. agar tahun depan diperkenankan untuk  melaksanakan qurban.

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply