Ihfaz Lisanaka!

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
ilustrasi

ilustrasi

persisalamin – Lisan sebenarnya berasal dari bahasa Arab, dalam percakapan sehari-hari sering diartikan lidah.Sedangkan maksudnya adalah ucapan atau kata-kata atau omongan. Di kemudian hari, lisan atau lidah dijadikan simbol untuk menunjuk pada ucapan atau kata-kata. Oleh karena itu, apabila seseorang menyebut kata lisan atau lidah, maka lebih sering yang dimaksud adalah ucapan. Termasuk pepatah seperti pada judul di atas; ihfaz lisanaka yang bermakna jagalah lisanmu, yang dimaksud adalah menjaga ucapan.

Menjaga ucapan termasuk salah satu ajaran Islam. Di dalam Al-Qur’an banyak disebutkan pentingnya menjaga ucapan, baik dengan redaksi langsung maupun tidak. Dalam redaksi yang tidak langsung, perintah menjaga ucapan tergambar dalam beberapa ayat seperti berkatalah dengan kata-kata yang baik, berkatalah dengan kata-kata yang terhormat, berkatalah dengan kata-kata yang lembut, dan berkatalah dengan kata-kata yang benar. Sedangkan dengan redaksi yang langsung, perintah agar menjaga ucapan antara lain tergambar dari ayat yang artinya berkatalah yang baik atau kalian diam.

Mudah dipahami mengapa dalam Al-Qur’an Allah SWT berpesan kepada manusia agar pandai-pandai menjaga ucapan. Alasannya adalah bahwa ucapan menjadi penyebab yang paling besar timbulnya keburukan bahkan mengakibatkan terjadinya permusuhan. Sangat kerap terjadi, hanya karena ucapan, kerusuhan tak terbendung bahkan berujung peperangan.

Hari ini dapat disaksikan bagaimana hebatnya gelombang protes umat Islam yang berbondong-bondong turun ke jalan untuk menuntut penegak hukum agar menangkap dan mengadili Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Aksi itu tak hanya terjadi di satu tempat tetapi di berbagai daerah juga dilakukan hal serupa. Aksi-aksi itu dilakukan, ternyata penyebabnya bukan karena yang bersangkutan melakukan pembunuhan atau tindakan kriminal lainnya. Bukan pula karena Ahok melakukan korupsi yang merugikan negara sampai miliaran atau triliunan.

Aksi itu terjadi, penyebabnya adalah karena yang bersangkutan tidak pandai menjaga ucapan. Ahok, entah disadari atau tidak, entah disengaja atau tidak, mengucapkan beberapa kata yang jumlahnya pun sangat sedikit. Kata-kata yang diucapkan Ahok jumlahnya tidak mencapai sepuluh. Sangat sedikit. Akan tetapi, kata-kata yang sedikit itu justru memancing dan menimbulkan kemarahan umat Islam hampir di seluruh penjuru tanah air.

Ini menjadi bukti betapa lisan atau ucapan harus benar-benar dijaga, agar tidak menjadi sumber bencana. Karenanya Islam sangat menegaskan agar umatnya tidak mudah mengumbar kata-kata. Jika tidak penting dan tidak dibutuhkan, maka sebaiknya tidak perlu mengatakan apapun. Di sinilah makna diam itu emas, bahwa mengucapkan sesuatu yang bakal menimbulkan ketidaknyamanan, menimbulkan bahaya, sangat ditekankan untuk tidak dilakukan. Benarlah kata bijak orang-oranga bijak; ihfaz lisaanaka: jagalah ucapanmu!

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply