Haji Titipan, Bolehkah?

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
Makkah

Makkah

persisalamin – Isitlah haji titipan adalah pelaksanaan ibadah haji yang diwakilkan kepada orang lain, dengan alasan tertentu. Termasuk di antaranya adalah yang bersangkutan sudah meninggal, sehinga mewakilkan seseorang untuk melaksanakan haji. Praktik seperti ini juga dikenal dengan istilah haji badal. Lantas, bolehkan mewakilkan pelaksanaan haji kepada orang lain?

Menurut A. Zakaria, menghajikan orang yang sudah meninggal tidak dibenarkan, meski hal itu untuk saudara atau orang tua.

“Ibadah haji yang dititipkan atau menghajikan orang lain yang sudah meninggal itu tidak diperbolehkan,” tuturnya kepada persisalamin.com, Rabu (24/8).

Dia beralasan, menghajikan orang lain yang sudah meninggal tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Selain itu, orang yang sudah meninggal telah terhenti amalnya.

“Maka ibadah yang dititipkan atau menghajikan untuk orang lain yang sudah meninggal itu tidak ada, dan tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Sehingga tidak diperbolehkan untuk menghajikan orang yang sudah meninggal.” katanya.

Demikian halnya dengan ibadah kurban. Kurban, kata dia, tidak boleh diniatkan atau diwakilkan untuk orang yang sudah meninggal.

“Seperti ibadah kurban yang diperuntukkan orang yang sudah meninggal sama tidak diperbolehkan,” pungkasnya.

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply