Dibanding Iman dan Islam, Ihsan Tertinggi

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
ilustrasi

ilustrasi

persisalamin – Dalam salah satu kesempatan, malaikat Jibril datang menemui Nabi Muhammad SAW yang sedang berkumpul dengan para sahabatnya. Jibril datang dengan wujudnya yang bukan asli, tetapi menyerupai manusia biasa. Dalam kunjungannya itu, Jibril yang menyeruai wujud manusia mengajukan beberapa pertanyaan, antara lain tentang iman, Islam, ihsan, dan tanda-tanda hari kiamat.

 Nabi SAW pun menjawab pertanyaan Jibril itu satu persatu. Hanya keempat yang tidak dijawab sesuai dengan maksud Jibril. Pertanyaan tentang waktu kiamat, Nabi tidak menjawabnya tetapi menyebutkan diantara tanda-tandanya.

Dalam tanya jawab yang terjadi antara malaikat Jibril dengan Nabi Muhammad SAW itu, terungkap makna ihsan sebagaimana disebutkan oleh Nabi SAW. Bahwa yang dimaksud dengan ihsan adalah melakukan kebaikan dengan tetap merasa diawasi Allah SWT. Ada orang atau tidak ada orang, kebaikan tetap dikerjakan, keburukan tetap ditinggalkan. Mirip dengan makna ikhlas, ihsan berarti mengerjakan sesuatu didorong kesadaran penuh bahwa hanya Allah yang menjadi tempat berharap, bukan manusia.

Jika seseorang sudah menyatakan keislaman sehingga menjadi seorang muslim, maka orang itu telah menyelamatkan dirinya dari ancaman siksa neraka. Dan karenanya dia berhak mendapat perlindungan dari Allah SWT.

Jika seseorang sudah beriIslam didasari keimanan yang kuat, maka orang itu berhak masuk ke dalam kelompok orang-orang mukmin, dan sebagai diperlakukan sama seperti muslim lain yang memiliki banya sebagai orang muslim.

Jika seseoran sudah menjadi muslim, didasari keimanan yang kuat, lalu melakukan perintah agama dengan penuh kesadaran dan hanya Allah tujuannya, maka orang itu telah mencapa derajat ihsan.

Islam, iman, dan ihsan adalah inti ajaran Islam yang disampaikan Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Oleh Nabi, ajara tersebut disampaikan kepada seluruh umat manusia. Hasilnya, orang yang menyatakan masuk Islam dan menjadi muslim sangat banyak. Dari jumlah itu, yang mneyatakan kesilaman dengan dasar iman masih sedikit.  Orang yang masuk Islam didasari keimanan dan membuktikan keimanannya itu dengan penuh kesadaran, jumlahnya jauh lebih sedikit.

Umat Islam yang berbuat kebaikan didasari dengan keimanan banyak, tetapi tidak sedikit yang terjebak oleh sifat dan sikap riya atau sum’ah. Tidak jarang orang berbuat kebaikan apapun itu, didorong oleh keinginan untuk diketahu manusia, tujuannya agar mendapat sanjungan. Atau niatnya memang untuk Allah, tetapi di tengah jalan tergelincir sehingga arahnya bengkok ta lagi untuk Allah, tetapi untuk memperoleh pujian manusia.

Untuk menjadi muslim, terbilang sangat sederhana. Hanya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, maka orang itu telah sah menjadi muslim. Pun demikian, untuk menjadi orang beriman, tidak terlalu berar, karena cukup hanya dengan meyakini apa yang harus diyakini oleh hati. Tapi untuk melakukan kebaikan tanpa memedulikan ada yang tahu atau tdak, ada yang mendengar atau tidak, ini yang sangant berat. Termasuk karakter manusia adalah selalu ingin mendapat perhatian bahkan sanjunga ketika meakukan suatu kebaikan. Itulah sebabnya, ihsan menjadi derajat yang paling tinggi diantara islam dan iman. Karena tidak semua orang dapat melakukannya.

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply