Antara Kiamah dan Sa’ah

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
ilustrasi

ilustrasi

Oleh: Ibnu As-Saubani

persisalamin – Kiamat merupakan kata serapan dari bahasa Arab, yaitu Al-Qiyamah atau Qiyamatun. Dalam bahasa Indonesia, kata ini diartikan sebagai hari akhir, yaitu hari ketika dunia dihancurkan yang menandai bahwa kehidupan dunia telah berakhir. Dalam pengertian yang lebih khusus, kiamat berarti waktu ditegakkannya hukum secara adil dan transparan. Pada saat ini, tidak ada lagi ketidak adilan, kebohongan tidak dapat lagi ditutupi, hukum tidak lagi dapat dijual beli, kebenaran akan tampak sebagai kebenaran, kesalahan akan tampak sebagai kesalahan. Kebenaran dan kesalahan akan diganjar dengan ganjaran yang sangat adil. Hal itu tiada lain karena hakim yang memutuskan hukum adalah Allah SWT, hakim yang paling adil, hakim yang sangat sempurna dalam memutuskan ketetapan hukum.

Dalam bahasa Arab, kiamat sering diungkapkan dengan istilah yang berbeda, sesuai dengan konteks pembicaraannya. Setidaknya terdapat dua istilah yang paling sering digunakan untuk menyebut kiamat, yaitu Al-Qiyamah dan As-Sa’ah. Dalam bahasa Indonesia, kedua istilah tersebut sering diartikan dengan kata yang sama, yaitu kiamat. Meski diartikan dengan kata yang sama, dari sisi konteks kedua istilah tersebut memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Memahami makna sekaligus perbedaan kedua istilah tersebut sangat penting, agar tidak keliru dalam memahami teks ayat Al-Qur’an maupun hadis yang menyebut Al-Qiyamah atau As-Sa’ah.

 Al-Qiyamah artinya adalah kiamat dalam arti yang luas, yaitu serangkaian peristiwa yang akan berlangsung sejak dunia dihancurkan sampai pada penetapan nasib manusia antara masuk surga atau neraka. Termasuk dalam pengertian ini adalah peristiwa hancurnya kehidupan dunia, dibangkitkannya seluruh manusia dari alam barzakh, dikumpulkannya manusia di padang mahsyar, dan pertanggung-jawaban manusia atas segala perbuatannya saat di dunia, kalkulasi semua amal baik dan amal jahat, sampai pada putusan sidang yang menetapkan apakah seseorang layak masuk surga atau neraka. Serangkaian peristiwa itu disebut kiamat, kiamat dalam arti yang luas. Dan inilah makna dari Al-Qiyamah. Sehingga, jika Al-Qur’an atau hadis menyebut istilah Al-Qiyamah, maka yang dimaksud adalah salah satu  atau semua dari serangkain peristiwa tersebut.

Sedangkan As-Sa’ah artinya adalah kiamat dalam arti hancur dan berakhirnya kehidupan dunia. Inilah kiamat yang sering dibicarakan, termasuk yang dibahas dalam buku ini. Buku ini membahas kiamat, kiamat dalam arti peristiwa hancurnya dunia dengan segala kengeriannya yang menandakan bahwa kehidupan dunia telah berakhir. Waktu terjadinya peristiwa kiamat ini, sering juga disebut sebagai hari akhir. Dengan demikian, untuk menyebut kiamat dalam arti hancur dan berakhirnya kehidupan dunia, istilah yang tepat adalah As-Sa’ah.

Di dalam Al-Qur’an,  istilah Al-Qiyamah maupun As-Sa’ah banyak ditemukan. Hanya saja, istilah Al-Qiyamah lebih dominan digunakan daripada istilah As-Sa’ah. Istilah Al-Qiyamah digunakan sebanyak 68 kali yang tersebar di 30 surah, atau dua kali lebih banyak daripada istilah As-Sa’ah yang hanya digunakan sebanyak 34 kali dan tersebar di 22 surah.

Demikian juga dengan hadis-hadis yang berbicara tentang kiamat. Untuk menyebut hari kiamat, Nabi Muhammad Saw. menggunakan istilah yang beragam. Namun demikian, istilah yang paling sering digunakan adalah Al-Qiyamah dan As-Saʻah. Sebagaimaan telah diuraikan di muka, istilah yang digunakan untuk menyebut peristiwa hancurnya dunia adalah As-Saʻah.

Print Friendly
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

Leave A Reply